AHY Bongkar Fakta Air Bersih di Balikpapan: Kota Modern Penyangga IKN Masih Krisis
Foto : Rivan Awal Lingga/nz
AHY mengaku terkejut setelah berkunjung ke Balikpapan. Kota yang dikenal besar dan modern itu ternyata masih bergelut dengan krisis air bersih.
"Kemarin saya datang, saya berkunjung ke Balikpapan. Di Balikpapan, kota besar yang seharusnya modern dan menjadi penyangga ibu kota IKN di Kalimantan Timur, itu kesulitan air bersih," ujar AHY dalam rapat koordinasi swasembada air nasional di Kantor Kemenko Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2026).
Menurut AHY, kondisi itu memaksa warga untuk bergantian mengambil air dari sumber-sumber terbatas demi kebutuhan harian.
Ia menegaskan, persoalan ini bukan hanya terjadi di kawasan yang kekurangan sumber daya. Daerah yang sebenarnya punya pasokan cukup pun masih menghadapi masalah distribusi air bersih.
Ketua Umum Partai Demokrat itu juga memaparkan data nasional yang memprihatinkan. Baru sekitar 62-68 persen rumah tangga di Indonesia yang memiliki akses terhadap air bersih yang memadai.
"Ini contoh bahwa kota yang seharusnya sudah tercukupi saja masih mengalami permasalahan air bersih yang kritis," katanya.
AHY juga menyinggung tingginya ketergantungan masyarakat dan pelaku usaha terhadap air tanah. Ia mencatat, sekitar 70 persen pelaku usaha mikro masih mengandalkan air tanah. Angka itu melonjak hingga 80 persen untuk usaha kecil dan sedang, serta 90 persen untuk usaha besar.
Ia mengingatkan, pengambilan air tanah secara berlebihan berisiko menurunkan permukaan tanah atau _land subsidence_, yang bisa memperparah persoalan infrastruktur di kota-kota besar seperti Balikpapan.
Penulis : Irfandy W.S.

Komentar
Posting Komentar